Tehnik Pembalutan Pada Sirkumsisi

Pembalutan

 

Pembalutan luka pascaoperasi bertujuan untuk melindungi daerah operasi dari kotoran. Bagi sebagian pengkhitan ada yang tidak membalut luka pascakhitan dengan maksud supaya luka cepat kering karena dengan terbukanya luka operasi maka evaporasi berlangsung lebih baik. Keuntungan ini harus benar-benar dipertimbangkan dengan resiko infeksi yang mungkin terjadi. Luka pascakhitan adalah salah satu luka yang rawan infeksi, sebab umumnya yang dikhitan adalah anak-anak yang biasanya belum mampu menjaga kebersihan dengan baik. Juga luka khitan ini sering terkena siraman air setelah buang air kecil yang menyebabkan terbawanya kuman oleh air dan sukar keringnya luka.

Oleh karena itu, jika menurut perkiraan kita, anak atau orang yang dikhitan tersebut sulit memelihara kebersihan, lebih baik jika dibalut. Secara ringkas keuntungan dan kerugian antara dibalut dan tidak, dapat dilihat pada table berikut.

 

 

Keuntungan

Kerugian

Dibalut

 

 

 

 

 

 

 

Tidak

–          Terlindungi dari kotoran.

–          Luka tidak tergesek celana

–          Baik untuk anak kecil dan aktif bermain

 

 

 

 

–          Luka lebih cepat kering

–          Komplikasi segera terlihat

–          Bila balutan basah, agak lama kering

–          Komplikasi tidak segera terlihat

–          Kesulitan dalam melepas karena kering

 

 

–          Perlindungan terhadap infeksi kurang

–          Rasa nyeri akibat tergores celana.

 

Balutan yang dapat dilakukan ada beberapa macam pilihan, tergantung kepada umur pasien dan besarnya badan anak. Pada anak yang gemuk, biasanya penis “tertanam” kedalam sehingga hanya sebagian kecil saja yang muncul bahkan mungkin hanya glans penisnya saja yang terlihat. Keadaan ini memerlukan teknik khusus dalam membalutnya.  Secara umum, balutan yang digunakan terdiri dari beberapa lapisan tergantung pada kebutuhan.

 

  1. lapisan antibiotic atau antiseptic

Lapisan ini bisa menggunakan tulle (sofra tulle® , darian tulle®) dipotong sesuai luka insisi, kira-kira 1×5 cm, dibalutkan melingkari luka insisi. Lapisan ini bisa juga diganti dengan mengolesi luka insisi dengan salep betadin, salep tetrasiklin, salep gentamisin 0,1% atau salep kloramfenikol.

  1. Lapisan kasa steril.

Berupa lipatan tipis kasa steril dengan ukuran sekitar 1,5×8 cm atau 2×5 cm untuk tipe balutan cincin.

  1. Plester

Gunanya untuk memfiksasi balutan yang telah dipasang. Ada juga balutan yang sudah mengandung beberapa lapisan sekaligus sehingga kita hanya tinggal mengolesi dengan salep antibiotic/antiseptic saja. Balutan ini diberi nama Hypafix Dressing Strip® . Penggunaanya sangat praktis tinggal menggunting disesuaikan dengan ukuran penis.

 

 

Balutan Gama

Disebut balutan gama karena balutannya menyerupai symbol gama dengan membentuk lubang di bagian bawah di mana luka insisi penis diselimuti dan bagian atas berupa “kumis” untuk memfiksasi ke dinding perut.

Caranya, sekitar luka dibalut secara melingkar dengan kasa steril dan di dalamnya bisa memakai sofratule atau olesan salep antibiotic. Kasa dengan panjang posisi simetris diletakkan di bagian ventral penis dan dilingkarkan ke atas, lalu kedua ujungnya di silangkan dan di tempelkan ke pangkal penis menempel pada kulit abdomen sehingga terlihat seperti gambar gamma. Setelah itu, mulai dari bagian bawah dipasang plester melingkar mengikuti kasa tetapi setelah sampai di dinding abdomen, ujun-ujung plester direkatkan pada kulit abdomen. Balutan ini sangat baik untuk anak kecil yang penisnya jarang atau tidak terlalu panjang jika ereksi. Ujung kasa dapat juga dipilin lalu ujungnya diplester.

 

Balutan cincin

Balutan ini hanya dilekatkan pada daerah sayatan saja tanpa dilekatkan ke pangkal penis atau kulit perut sehingga menyerupai bentuk cincin. Balutan ini baik untuk dewasa karena tak ada tahanan penis ke kulit perut jika ereksi seperti pada jenis balutan pertama, regangan akibat ereksi dapat dikurangi. Sebaiknya digunakan salep antibiotic untuk memelihara kelenturan kulit sehingga tidak mudah berdarah jika ereksi.

 

 

 

Leave a Reply