Teknik hemostasis dan hekting daerah frenulum.

Khusus untuk penjahitan di daerah frenulum (jam 6) ada beberapa teknik yang berkaitan dengan adanya arteri sehingga pada saat hekting dapat sekaligus meligasi arteri tersebut bila sebelumnya belum diligasi.

 

Teknik yang digunakan adalah :

  1. Dua lingkaran
  2. Matras
  3. Angka 8

Secara terperinci akan diuraikan sebagai berikut :

 

Teknik Dua Lingkaran

 

Keuntungan teknik ini adalah ligasi-hekting arteri dilakukan lebih dahulu (tidak bersamaan dengan hekting kulit) sehingga setelah perdarahan diyakini teratasi benang yang digunakan dapat langsung menjahit mukosa dan kulit tanpa dipotong. Ligasi-hekting di frenulum ini sebaiknya dilakukan terakhir kali setelah semua perdarahan di daerah lain diligasi (tetapi pengkleman tetap paling awal).

 

Tekniknya adalah :

  1. Klem arteri frenulum. Dengan klem mosquito, yakinkan bahwa arteri benar-benar terjepit.
  2. Lakukan ligasi-hekting di bagian bawah tengah klem.
  3. Simpulkan dengan erat ke bagian depan (distal) minimal 2 kali.
  4. lingkarkan benang tadi kea rah belakang (proksimal) dan simpulkan dengan erat sambil klem dibuka perlahan-lahan supaya ikatan tak menjadi longgar.
  5. Cek kembali apakah perdarahan teratasi atau tidak (benang tadi jangan dulu digunting)
  6. Jahitkan benang tersebut ke kulit di jam 6 seperti jahitan interrupted biasa, kemudian benang digunting.

 

Jahitan Matras

Ligasi-hekting arteri dilakukan sekaligus dengan kulit. Kelemahannya adalah jika perdarahan arteri masih ada terpaksa jahitan dengan kulit harus dibuka dan dicari lagi sumber perdarahannya.

 

Tekniknya adalah :

  1. Tusukkan jarum dari bagian kulit sedikit sebelah kanan rafe penis, terus ke dalam dan keluar di sisa mukosa yang sejajar.
  2. Tusukkan kembali jarum ke mukosa di sisi yang bersebrangan terhadap frenulum sampai keluar kembali kulit di sisi yang sejajar dengan tusukan kedua.
  3. Simpulkan dengan erat minimal tiga kali.

 

 

 

3. teknik ligasi-hekting angka 8

 

Ada dua variasi dari teknik ini, perbedaannya adalah pada tusukan jarum pertama dan arah simpul. Namun pada prinsip dan manfaatnya tidak ada perbedaan.

 

Tekniknya adalah :

 

  1. Tusukkan jarum pada sisa mukosa sedikit sebelah kiri frenulum, lalu masuk menyilang dan keluar dari kulit di sisi yang bersebrangan (sebelah kanan rafe penis).
  2. Tusukkan kembali jarum ke sisa mukosa sebelah kanan terus masuk dan menyilang sampai keluar di kulit sisi bersebrangan (sebelah kiri).
  3. Simpulkan dengan erat minimal 3kali.

 

Variasi lain :

  1. Tusukkan jarum pada kulit sedikit sebelah kiri rafe penis, lalu masuk menyilang dan keluar di sisa mukosa disisi yang bersebrangan (sebelah kanan frenulum)
  2. Tusukkan kembali jarum ke sisa mukosa sebelah kiri terus masku menyilang keluar di kulit sisi bersebrangan (sebelah kanan rafe penis)
  3. Simpulkan dengan erat minimal 3 kali.

 

 

Leave a Reply